Senin, 03 Juni 2013

KITAB SUCI VEDA





v  Veda berasal dari bahasa Sansekerta dari urat kata “vid” yang artinya mengetahui, jadi “veda” berarti pengetahuan.
v  Veda secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu Veda Sruti dan Veda Smrti.
I.       Veda Sruti
Veda Sruti berasal dari kata ‘Srt’ yang artinya mendengar.
Jadi veda sruti adalah kitab suci yang disusun berdasarkan pendengaran para Maha Resi

v  Secara garis besar veda sruti dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Mantra/Samitha, Brahmana/Karma Kanda, Upanisad/Jnana Kanda
A.     Mantra/Samitha. Dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
1.      Reg Veda, yaitu kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum dalam bentuk pujaan.
Ø  Jumlah mantra 1028
Ø  Penyusun Bhagawan Pulaha
Ø  Pendeta yang menyanyikan mantra-mantra dari Reg Veda disebut Hotri/Hotr
Ø  Reg Veda terdiri dari 10 mandala, mandala ke 1,9,10 disusun oleh beberapa keluarga Maha Rsi.
o   Mandala ke 2 : Maha Rsi Grtsamada
o   Mandala ke 3 : Maha Rsi Wiswamitra
o   Mandala ke 4 : Maha Rsi Warmadewa
o   Mandala ke 5 : Maha Rsi Atri
o   Mandala ke 6 : Maha Rsi Baradwaja
o   Mandala ke 7 : Maha Rsi Wasista
o   Mandala ke 8 : Maha Rsi Kanwa
2.      Sama Veda. Yaitu kumpulan mantra-mantra yang memuat tentang lagu-lagu pujian
Ø   Jumlah mantra : 1875
Ø  Penyusun : Bhagawan Jaimini
Ø  Pendeta yang menyanyikan mantra-mantra dari Sama Veda disebut Udgatri/Udgatr

3.      Yajur Veda. Yaitu kumpulan mantra-mantra yang memuat tentang pelaksanaan yajna
Ø  Jumlah mantra : 1985
Ø  Penyusun : Bhagawan Wisampayana
Ø  Pendeta yang menyanyikan mantra-mantra dari Yajur Veda disebut : Adwaryu

4.      Atharwa Veda. Yaitu kumpulan mantra-mantra yang bersifat magis
Ø  Jumlah mantr : 5987
Ø  Penyusun : Bhagawan    Sumantu
Ø  Pendeta yang menyanyikan mantra-mantra dari Atharwa Veda disebut Brahmana

v  Trayi  Veda : Reg Veda, Sama Veda, Yajur Veda
v  Catur Veda Samitha : Reg Veda, Sama Veda, Yajur Veda, Atharwa Veda
B.     Brahmana/Karma Kanda
Merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat tentang kewajiban-kewajiban yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Yajna. Brahmana/Karma Kanda dibagi menjadi 4:
1.      Reg Veda , mempunyai 2 kitab Brahmana :
a.       Aitarya Brahmana
b.      Kausitaki Brahmana
2.      Sama Veda, mempunyai 2 kitab Brahmana :
a.       Panca Wimsa (Tandhya Brahmana)
b.      Sad Wimsa (Adbhuta Brahmana)
3.      Yajur Vedha, dibagi menjadi 2 :
1.      Putih (Satapatha Brahmana), yaitu mantra-mantra yang diucapkan pendeta pada saat upacara
2.      Hitam (Taittirya Brahmana), yaitu kumpulan mantra-mantra yang memuat tentang arti yajna
C.     Upanisad/Jnana Kanda, yaitu kumpulan mantra-mantra yang memuat tentang teori atau filsafat ketuhanan, Upanisad dibagi menjadi menjadi 4 :
1.      Reg Veda, memiliki 10 upanisad dan 21 saka
2.      Sama Veda, memiliki 16 upanisad dan 100 saka
3.      Yajur Veda, (putih : 19 upanisad) dan (hitam : 32 upanisad) (hitam+putih : 109 saka)
4.      Atharwa Veda, memiliki 31 upanisad dan 50 saka

v  Hindu memiliki 108 upanisad dan 1180 saka

II.                Veda Smrti
      Veda Smrti berasal dari bahasa sansekerta dari urat kata “Smrt” artinya ingatan. Jadi Veda Smrti adalah veda yang disusun berdasarkan ingatan kembali para Maha Rsi

v  Smrti secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu : Vedangga, dan Upaveda

1.      Vedangga, berasal dari urat kata “Veda” yang berarti pengetahuan suci dan “angga” berarti anggota/badan. Jadi Vedangga dapat diartikan : batang tubuh Veda.  Vedangga dapat dibagi menjadi 6 :
a.       Siksa
b.      Wyakarana
c.       Candha
d.      Nirukta
e.       Jyotisa
f.       Kalpa
1.      Siksa. Menguraikan tata cara pengucapan mantra dalam veda. Siksa disebut juga Pratisakhya. Hindu memiliki 5 Pratisakhya, yaitu :
a.       Reg Veda Pratisakhya Sutra
b.      Taittirya Pratisakhya Sutra
c.       Wajasaneyi Pratisakhya Sutra
d.      Sama Veda Pratisakhya Sutra
e.       Atharwa Veda Pratisakhya Sutra
2.      Wyakarana. Menguraikan tata bahasa dalam veda. Veda menggunakan bahasa Sansekerta
v  Maha Rsi Panini adalah Maha Rsi yang pertama memperkenalkan bahasa “Sansekerta”, selain itu Maha Rsi Panini juga memperkenalkan bahasa “Daiwiwak”.
ü  Maha Rsi Panini juga memperkenalkan kitab “Asta Dyayi”, dan “Patanjali Basa”
v  Maha Rsi Patanjali
v  Maha Rsi Yaska              Ketiga Maha Rsi ini juga ikut berperan dalam kitab Wyakarana     
v  Maha Rsi Sakatayana
3.      Kitab Chanda. Menguraikan aspek bahasa/tentang lagu
v  Maha Rsi yang berperan dalam Kita Chanda adalah Maha Rsi Pinggala
ü  Maha Rsi Pinggala menusun Kitab Midana Sutra dan Chanda Sutra.
4.      Nirukta. Menguraikan penafsiran otentik kata-kata dalam veda.
v  Maha Rsi yang berperan adalah Maha Rsi Yaska, yang menyusun Kitab Suci Nirukta ±800SM
v  Kitab Nirukta dapat dibagi menjadi 3 :
1)      Naigantuka Kanda, memuat tentang  kata-kata yang memiliki arti sama
2)      Naigama Kanda, memuat tentang kata-kata yang memiliki arti ganda
3)      Daiwata ganda, memuat tentang nama-nama dewa yang terdapat di angkasa dan sorga
5.      Jyotisa. Memuat tentang peredaran tata surya/astronomi
6.      Kalpa. Kitab yang berhubungan dengan kitab Brahmana dan kitab Mantra
v  Kitab Kalpa dapat dibagi menjadi 4 :
1)   Srauta Sutra, kitab yang memuat tentang tata cara pelaksanaan upacara
2)   Griya Sutra, kitab yang memuat tentang tata cara pelaksanaan upacara bagi orang yang sudah berumah tangga
3)   Dharma Sutra, kitab yang memuat tentang peraturan hidup bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Kitab Dharma Sutra dapat dibagi menjadi 4 :
1.      Jaman Satya/Kertha Yuga. Disusun Maha Rsi Manu
2.      Jaman TritamYuga. Disusun Maha Rsi Yajnawalkhya
3.      Jaman DwaparaYuga. Berlaku kitab ManawanDharma Sastra, yang disusun Maha Rsi Sankhalikita
4.      Jaman Kaliyuga. Berlaku kitab Manawa Dharma Sastra, disusun Maha Rsi Parasara (ayah Bhagawan Byasa)
4)   Sulva Sutra, kitab yang memuat tentang tata cara mendirikan bangunan.

2.      Upaveda, berasal dari kata “Upa” yang berarti “Dekat” dan “Veda” yang berarti “Pengetahuan Suci”, Jadi Upaveda diartikan sebagai Weda Tambahan. Upaveda dapat dibagi menjadi 7 :
1.      Itihasa, merupakan etos kepahlawanan yang sesungguhnya terjadi. Hindu memiliki 2 kitab Itihasa, yaitu Ramayana dan Mahabarata.
A.     Ramayana dibagi menjadi 7 (Sapta Kanda) yang disusun pada jaman Treta Yuga oleh Maha Rsi Walmiki. Berikut bagian-bagian Sapta Kanda :
1. Bala Kanda
2. Ayodhya Kanda
3. Aranyaka Kanda
4. Kiskinda Kanda
5. Sundara Kanda
6. Yudha Kanda
7. Uthara Kanda
            B.   Mahabarata, disusun pada jaman Dwapara Yuga oleh Maha Rsi Byasa. Kitab Mahabarata terdiri dari 18 bagian yang disebut dengan Asta Dasa Parwa :
                        1. Adi Parwa
2. Sabha Parwa
3. Wana Parwa
4. Wirata Parwa
5. Udyoga Parwa
6. Bisma Parwa (turunnya Bagawadgita)
7. Drona Parwa
8. Karna Parwa
9. Salya Parwa
10. Sauptika Parwa
11. Stri Pralapa Parwa
12. Santi Parwa
13. Anusasana Parwa
14. Aswameda Parwa
15. Asrama Parwa
16. Mosala Parwa
17. Maha Prastanika Parwa
18. Suarga Rohana Parwa

2.      Purana, memuat tentang cerita legenda/kebiasaan di zaman kuno. Kitab Purana dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1.      Berdasarkan kualitas Satwika (Ketuhanan)
Satwika dominan pemujaannya terhadap Wisnu. Satwika dibagi menjadi 6 purana :
1.   Visnu Purana
2.   Narada Purana
3.   Garuda Purana
4.   Padma Purana
5.   Varaha Purana
6.   Bhagavata Purana
2.Berdasarkan kualitas Rajasika (Nafsu)
            Rajasika dominan  pemujaannya terhadap Brahma. Rajasika dibagi menjadi 6 Purana :
a.    Brahma Purana
b.   Bhavisya Purana
c.    Brahmavaivarta Purana
d.   Markandya Purana
e.    Wamana Purana
f.    Brahmanda Purana
                
3.Berdasarkan kualitas  Tamasika (Kegelapan)
      Tamasika Purana dominan pemujaannya terhadap Siva. Tamasika dapat dibagi menjadi 6 purana, yaitu :
      # Siva Purana/Bayu Prana
      # Skanda Purana
      # Lingga Purana
      # Agni Purana
      # Matsya Purana
      # Karma Purana
3.      Ajur Veda, Bagian Veda yang mempelajari ilmu pengobatan
4.      Artha Sastra, Bagian Veda yang mempelajari ilmu politik dan kepemimpinan
5.      Gandharwa Veda, Bagian Veda yang mempelajari cabang seni
6.      Kama Sutra, Bagian Veda yang mempelajari tentang asmara/seni bercinta
7.      Agama, Bagian Veda yang dipakai sebagai pedoman hidup manusia.

1 komentar:

apabila anda mengutip ataupun menjadikan tulisan saya sebagai referensi mohon mencantumkan sumber dan nama pengarang. terimakasih telah berkunjung